MENGENALI GAYA BELAJAR ANAK

Kemampuan untuk menangkap dan mengerti tentang materi pelajaran sangat dipengaruhi oleh gaya belajar yang dimiliki oleh seorang anak. Setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda.Nah! Apakah gaya belajar itu? Gaya belajar adalah cara-cara yang digunakan untuk mempermudah proses belajar. Sebagai orang tua sangat perlu mengenali gaya belajar anaknya supaya dapat mengembangkan potensi belajar anak dengan lebih optimal.

Berdasarkan modalitas alat indra yang dominan, ada 3 gaya belajar yaitu : auditori, visual dan kinestetik. Sebagai berikut bisa kita cermati beberapa gaya belajar tersebut :
1. Pembelajar auditori (belajar dengan mendengar), dengan gaya ini anak cenderung menggunakan indra pendengaran untuk membantunya belajar. Pada gaya belajar auditori ini biasanya anak akan lebih senang mendengarkan apa yang disampaikan oleh guru dari pada mencatat; mampu mengingat dengan baik materi yang didiskusikan di kelas; sangat suka berbicara sendiri ketika belajar; mampu menghafal atau menirukan dengan tepat kata-kata atau lagu yang didengarkan dari iklan televisi atau radio; kurang suka tugas membaca, menulis atau mengarang; dan kurang suka memperhatikan hal-hal baru di lingkungannya. Dengan gaya belajar anak yang seperti ini, disarankan kepada orang tua untuk membantu belajarnya dengan cara antara lain : anak disuruh bertanya kepada bapak guru atau ibu guru jika ada materi yang kurang jelas; ajaklah/ suruhlah anak berdiskusi (membentuk kelompok diskusi); mintalah anak untuk membaca keras-keras materi pelajaran; mendampingi anak dengan model tanya jawab; dan hindari kebisingan atau suara-suara yang mengganggu konsentrasi belajar.

2. Pelajaran visual (celajar dengan melihat), dengan gaya ini anak cenderung menggunakan indra penglihatan untuk membantunya belajar. Pada gaya belajar visual ini biasanya anak telaten mendengarkan orang berbicara, lebih cenderung melihat bibir guru yang berbicara; saat guru memberikan instruksi mengenai apa yang harus dilakukan, biasanya akan melihat teman-temannya dahulu baru ikut bergerak; kurang menyukai berbicara di depan orang banyak; cepat dan tekun dalam membaca; cenderung manggunakan isyarat tubuh daripada ucapan lisan untuk menyampaikan sesuatu; kurang bisa mengingat informasi lisan; lebih menyukai peragaan atau tulisan; suka mecoret-coret ketika belajar; dan dapat duduk tenang di situasi ramai tanpa merasa terganggu.
Dengan gaya belajar anak yang deperti ini, disarankan kepada orang tua untuk membantu belajarnya dengan cara antara lain : Menyediakan alat peraga (gambar atau bagan); selalu siap dengan alat tulis untuk mencatat materi; menyuruh anak memberi gambar dan warna pada catatan supaya menarik; menuliskan kembali materi yang sudah dibaca (membuat rangkuman); dan suruh anak merapikan tempat belajar dan menghindari barang-barang berserakan supaya tidak mengganggu konsentrsi belajar.

3. Pembelajar kinestetik (belajar sambil bergerak), dengan gaya ini anak cenderung menggunakan gerakan tubuh untuk membantunya belajar. Dengan gaya belajar kinestetik ini biasanya anak suka menggerakkan anggota tubuh saat berbicara; saat belajar tidak betah duduk; tenang mendengarkan pelajaran, kecuali yang disertai alat peraga; suka menggerak-gerakkan tubuh atau bejalan; menggunakan jari sebagai penunjuk saat membaca; lebih suka materi praktek dari pada teori; suka menggunakan obyek yang nyata sebagai alat bantu belajar;sulit mempelajari hal-hal yang abstrak, seperti simbol (rumus) matematika atau peta; Dengan gaya belajar anak yang seperti ini, disarankan kepada orang tua untuk membantu belajarnya dengan cara antara lain : menggunakan alat peraga yang nyata untuk belajar, seperti bakok-bakok, miniatur bangunan dll; mempraktekkan langsung apa yang sudah dipelajari, bila memungkinkan; menggunakan komputer untuk mengetik informasi yang dipelajari; dan jangan melarang anak bila ingin membaca pelajaran dengan dibaca keras sambil bergerak ke mana-mana.

Dalam kehidupan riil, sering dijumpai gaya belajar yang kombinatif, artinya tidak hanya terpadu pada satu gaya belajar saja, melainkan kombinasi antara gaya belajar satu dengan gaya belajar lainnya. Oleh karena itu sebagai orang tua sebaiknya mengamati perilaku anak untuk menentukan gaya belajar apa yang digunakan. Sehingga dengan mengetahui perilaku gaya belajarnya, orang tua dapat mempraktekkan saran-saran yang sesuai untuk mendampingi anak bekajar.

Oleh : Syaiful Haq, S. Pd*

*) Beliau adalah kepala sekolah di TKIT salsabilla Pandowoharjo (SALPAN) dan Penulis Buku “Menggambar & Mewarnai dari NOL Sebagai Upaya Optimalisai Otak Kanan & Multiple Intellegences
Anak Sejak Dini”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: