Peranan Miskin, Zakat, Haji dan Dakwah

Seiring berita kejadian tewasnya 21 orang ibu-ibu yang masuk dalam antrian Zakat untuk menerima uang 30.000 rupiah (20rb+10rb) yang konon kabarnya disediakan 500 juta rupiah di rumah Haji Yaikon di Pasuruan Jawa Timur membuat para penebar berita baik Media Cetak dan TV memberitakan sebagai “Headline” terbesar di media mereka.

Terlepas dari niatan baik dari pemberi zakat, bertita ini membuat “miris” pada kebanyakan manusia di Indonesia yang tengah diderita kemiskinan kepanjangan bahkan Presiden SBY-pun memberikan tegura khusus kepada Menteri Agama untuk menangani secara serius perihal zakat tersebut.

Peran Lembaga semacam BAZIS dan LAZIS maupun Lembaga Zakat lainnya sering dipandang sebelah mata bagi sebagian pemberi zakat karena mereka merasa lebih “ayem” memberikan zakatnya langsung kepada orang miskin disekitarnya.

Lalu bagaimana dengan Haji? Masyarakat Indonesia yang berhaji tak ayal sering diberikan cobaan dari Allah, mulai dari tragedi terowongan Mina sampai keracunan Makanan, tidak-kah kita mengambil pelajaran dari sekian banyak cobaan yang menimpa masyarakat muslim Indonesia? Setidaknya kita masih tetap bisa berharap do’a daripada Calon jama’ah Haji yang akan berangkat di tahun ini dan tahun depan untuk lebih memperhatikan “kesejahteraan” umat muslim di Indonesia. Meskipun adapula “Calon Haji” yang ngotot berangkat dengan cara harus berdemo dulu seperti yang terjadi pada 8000-an jama’ah Calon Haji di wilayah Kabupaten Bekasi.

Sekian banyak berita yang tersiar akhir-akhir ini ternyata perlu sedikit kita melirik pada lingkup yang lebih kecil, yaitu Yayasan SPA. Saat ini ternyata pembangunan sementara waktu terhenti dikarenakan dana yang terbatas. Panitia tak kurang upaya untuk terus menggalang dana, mulai dari nilai terkecil. Hal ini tidak lepas dari adanya sebuah “asa” dan “do’a” dari para pemberi zakat maupun jama’ah calon haji agar sudi kiranya menyisihkan sebagian rizqinya untuk diinfak-kan maupun dizakatkan untuk membantu kelanjutan pembangunan Gedung Dakwah ini.

Semoga di bulan Ramadhan 1429 H ini kita senantiasa tetap diberikan Hidayah-Nya dan dibukakan “matahati” kita untuk peduli dengan lingkungan dan orang-orang disekitar kita. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: